MIU Login

Enam Mahasiswa FTIK UIN Malang Lolos Seleksi Nasional Google Student Ambassador 2026, Siap Jadi Penggerak Literasi Digital

FTIK INSIGHT – Malang – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Enam mahasiswa FTIK berhasil lolos seleksi dan terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) Batch 2 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Google Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting bagi FTIK karena para mahasiswa terpilih berasal dari berbagai program studi. Mereka tidak hanya membawa prestasi personal, tetapi juga merepresentasikan semangat mahasiswa kependidikan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengambil peran dalam ekosistem digital.

Enam mahasiswa yang berhasil terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) Batch 2 2026 tersebut adalah:

  1. Kunti Zahra Zamanina — Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
  2. Fatya Jauharotul Masnuna — Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI).
  3. Muhammad Danu Dzulfadli — Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS).
  4. Achmad Rahmatullah — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
  5. Nazah Nugi Arini — Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS).
  6. Salsabila Nadiah — Program Studi Tadris Matematika (TMTK).

Keterpilihan keenam mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi mahasiswa FTIK terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Dunia pendidikan yang semakin terhubung dengan teknologi membutuhkan calon pendidik dan profesional yang tidak hanya memiliki penguasaan keilmuan, tetapi juga mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi secara produktif. Untuk mencapai posisi sebagai Google Student Ambassador, para kandidat harus melewati serangkaian tahapan seleksi. Proses tersebut menjadi ruang untuk menguji kesiapan mahasiswa dari berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administratif hingga kemampuan berkomunikasi dan menghasilkan karya digital. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, yang mencakup pemeriksaan kelengkapan berkas, rekam jejak akademik, serta motivasi peserta dalam mengikuti program. Tahap berikutnya adalah wawancara. Pada tahap ini, kandidat diuji dari sisi kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemahaman terhadap teknologi, serta visi kontribusi digital yang ingin mereka bangun. Para kandidat kemudian menghadapi tahap pembuatan konten dan sharing experience. Tahapan tersebut memberikan ruang kepada peserta untuk menunjukkan kreativitas digital sekaligus membagikan pengalaman dan gagasan yang dapat memberikan inspirasi kepada khalayak. Rangkaian seleksi tersebut menunjukkan bahwa peran sebagai Google Student Ambassador membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menggunakan teknologi. Mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, serta kemauan untuk berbagi dan memberikan dampak positif.

Menariknya, enam mahasiswa terpilih berasal dari latar keilmuan yang beragam. Ada yang berasal dari Manajemen Pendidikan Islam, Tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Agama Islam, hingga Tadris Matematika. Keragaman tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan merupakan kebutuhan lintas bidang. Teknologi tidak berdiri sendiri sebagai bidang keilmuan tertentu, tetapi dapat menjadi instrumen yang memperkuat proses pendidikan, pengelolaan lembaga, komunikasi, penelitian, hingga pengembangan kreativitas mahasiswa. Keterpilihan enam mahasiswa FTIK sekaligus membuka peluang untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang semakin luas. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui program GSA diharapkan dapat dibagikan kembali kepada lingkungan akademik sehingga manfaatnya tidak berhenti pada peserta terpilih.

Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, penguasaan teknologi perlu berjalan bersama dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab moral. Teknologi, termasuk AI, tidak semestinya hanya dipandang sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga perlu dimanfaatkan secara bijak, etis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan enam mahasiswa FTIK sebagai Google Student Ambassador diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat tersebut. Dengan demikian, pengalaman menjadi GSA tidak berhenti pada pencapaian individu. Lebih jauh, pengalaman tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan berbagi pengetahuan, sehingga semakin banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi secara produktif.

Keterpilihan Kunti Zahra Zamanina, Fatya Jauharotul Masnuna, Muhammad Danu Dzulfadli, Achmad Rahmatullah, Nazah Nugi Arini, dan Salsabila Nadiah menjadi catatan positif dalam perjalanan prestasi mahasiswa FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Enam mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut kini memiliki kesempatan untuk belajar lebih jauh mengenai ekosistem digital sekaligus memperluas jejaring dengan generasi muda lainnya. Lebih dari sekadar gelar ambassador, kesempatan tersebut merupakan ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, literasi teknologi, dan kepedulian terhadap perkembangan pendidikan di era digital. Keberhasilan enam mahasiswa FTIK sebagai Google Student Ambassador Batch 2 Tahun 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa kependidikan memiliki tempat penting dalam arus transformasi teknologi. Mereka bukan hanya pengguna teknologi, tetapi diharapkan mampu menjadi penggerak pemanfaatan teknologi yang cerdas, etis, kreatif, dan berdampak. Dari ruang-ruang akademik FTIK, enam mahasiswa tersebut kini membawa langkah lebih jauh ke ekosistem digital nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peluang, mengembangkan kompetensi, dan tidak berhenti belajar menghadapi perubahan zaman.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Berita Terkait