MIU Login

Sertifikasi Amtsilati FTIK UIN Malang Bekali Mahasiswa Menembus Khazanah Kitab Kuning Dari Membaca Menjadi Memahami

FTIK INSIGHT – Malang – Membaca kitab kuning bukan hanya tentang mengenali huruf dan merangkai kata. Di dalamnya terdapat tradisi keilmuan yang panjang, struktur bahasa yang membutuhkan ketelitian, serta pesan-pesan keislaman yang perlu dipahami secara tepat. Kesadaran inilah yang mendorong Lab Al-Qur’an dan Sains FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan Sertifikasi Guru Baca Kitab Kuning Amtsilati bagi mahasiswa FTIK. Kegiatan yang dilaksanakan pada 14–15 September 2026 tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memperkuat kemampuan membaca kitab kuning melalui metode Amtsilati. Program ini sebelumnya dibuka melalui tahapan pendaftaran pada 1–8 September 2026, seleksi administrasi pada 9–10 September, serta seleksi praktik pada 11 September 2026. Dengan kuota yang terbatas dan tanpa biaya pendaftaran, program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih intensif.

Rangkaian kegiatan tidak langsung dimulai dengan teori yang berat. Hari pertama diawali dengan registrasi, kemudian dilanjutkan dengan acara seremonial pembukaan yang mencakup pembukaan oleh panitia, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars FTIK, sambutan dari Amtsilati Kormamuda Amtsilati Malang, sambutan dekanat sekaligus pembukaan, serta doa. Setelah pembukaan, peserta memasuki inti pembelajaran melalui pengenalan metode Amtsilati dan pelatihan Jilid 1. Proses kemudian berlanjut ke Jilid 2 dan Jilid 3, sebelum peserta diajak mengikuti simulasi serta praktik secara berkelompok. Rangkaian tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menempatkan peserta sebagai penerima materi. Mereka juga memperoleh ruang untuk mencoba, berdiskusi, mempraktikkan, dan membangun pemahaman secara bertahap.

Hari kedua menjadi tahap lanjutan untuk memperkuat kemampuan peserta. Kegiatan diawali dengan review materi hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan Jilid 4 dan Jilid 5. Setelah seluruh materi diberikan, peserta menghadapi ujian evaluasi dan microteaching sebagai bagian dari proses penilaian. Microteaching menjadi bagian yang menarik karena peserta tidak hanya dituntut memahami materi untuk dirinya sendiri. Mereka juga belajar bagaimana pengetahuan tersebut dapat disampaikan kembali kepada orang lain. Di sinilah semangat sertifikasi menemukan maknanya. Kemampuan membaca kitab kuning tidak berhenti pada pencapaian individual, tetapi diarahkan untuk dapat menjadi bekal ketika mahasiswa kelak berbagi ilmu dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, kemampuan memahami sumber-sumber keislaman tetap memiliki tempat penting dalam perjalanan pendidikan. Teknologi dapat membantu manusia menemukan informasi, tetapi kemampuan memahami teks, membaca konteks, dan menangkap pesan keilmuan tetap membutuhkan proses belajar yang serius. Program Amtsilati menjadi salah satu ikhtiar untuk mempertemukan tradisi keilmuan Islam dengan kebutuhan mahasiswa masa kini. Pembelajaran dilakukan secara bertahap, disertai praktik, evaluasi, dan pengalaman mengajar. Dengan demikian, kegiatan ini tidak sekadar berbicara mengenai kemampuan membaca. Lebih jauh, ia membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk berinteraksi dengan khazanah keislaman dan mengembangkan kemampuan tersebut menjadi bekal pengabdian.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penutupan, penyerahan sertifikat, dan foto bersama panitia serta dekanat. Namun, berakhirnya kegiatan bukan berarti berakhir pula proses belajar. Sertifikat hanyalah tanda bahwa sebuah tahapan telah dilalui. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan dan pengalaman yang dibawa pulang oleh setiap peserta. Dari dua hari pelatihan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar secara sistematis, mempraktikkan kemampuan, mengikuti evaluasi, hingga mencoba mengajarkan kembali materi yang telah dipelajari. Pada akhirnya, membaca kitab kuning bukan sekadar kemampuan membuka lembar demi lembar teks, tetapi keberanian untuk membuka pintu menuju khazanah ilmu yang lebih luas. Melalui Sertifikasi Guru Baca Kitab Kuning Amtsilati, FTIK UIN Malang menanamkan satu pesan penting: ilmu yang dipelajari akan menjadi semakin bermakna ketika tidak hanya dipahami, tetapi juga dipersiapkan untuk dibagikan, diamalkan, dan dihadirkan sebagai manfaat bagi sesama.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Berita Terkait