{"id":17139,"date":"2026-09-11T03:37:56","date_gmt":"2026-09-11T03:37:56","guid":{"rendered":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/?p=17139"},"modified":"2026-09-11T03:43:37","modified_gmt":"2026-09-11T03:43:37","slug":"dari-riset-ke-panggung-internasional-tiko-setiawan-buktikan-kekuatan-mahasiswa-pips-ftik-uin-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/dari-riset-ke-panggung-internasional-tiko-setiawan-buktikan-kekuatan-mahasiswa-pips-ftik-uin-malang\/","title":{"rendered":"Dari Riset ke Panggung Internasional, Tiko Setiawan Buktikan Kekuatan Mahasiswa PIPS FTIK UIN Malang"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"17139\" class=\"elementor elementor-17139\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-39b94a6e e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"39b94a6e\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-29d92a5a elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"29d92a5a\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><strong>FTIK INSIGHT<\/strong> <\/strong>&#8211; Malang &#8211; Gagasan penelitian tidak hanya membutuhkan kedalaman kajian, tetapi juga kemampuan untuk menyampaikannya secara jelas, ringkas, dan menarik. Hal tersebut berhasil dibuktikan <strong>Tiko Setiawan<\/strong>, mahasiswa <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"http:\/\/pips.uin-malang.ac.id\">Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS)<\/a><\/span> angkatan 2023, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melalui prestasinya di ajang <strong>International Youth Student Research Poster Conference (IYRC) 2026<\/strong> (10 September 2026<strong>)<\/strong>. Dalam ajang tersebut, Tiko berhasil meraih <strong>1st Winner University Category<\/strong>, sebuah capaian yang menempatkannya sebagai salah satu mahasiswa yang mampu mengomunikasikan gagasan penelitian melalui media poster ilmiah pada forum kompetisi internasional. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan riset mahasiswa tidak berhenti pada proses menyusun penelitian. Ada kemampuan lain yang tidak kalah penting, yakni bagaimana hasil kajian dapat dikemas menjadi pesan akademik yang mudah dipahami dan mampu menarik perhatian audiens.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">IYRC 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mempresentasikan gagasan serta hasil penelitian dalam bentuk poster ilmiah. Format tersebut menuntut peserta untuk mampu merangkum substansi penelitian secara efektif tanpa kehilangan inti gagasan. Di sinilah kemampuan akademik bertemu dengan kemampuan komunikasi. Sebuah penelitian yang baik perlu memiliki gagasan yang kuat, tetapi gagasan tersebut juga harus mampu disampaikan secara sistematis. Melalui poster, peserta ditantang untuk memilih informasi penting, menyusun pesan secara komunikatif, dan menghadirkan hasil penelitian dalam bentuk yang lebih ringkas dan menarik. Keberhasilan <strong>Tiko<\/strong> meraih posisi teratas pada kategori universitas menunjukkan kemampuannya dalam memadukan dua kompetensi tersebut, melakukan penelitian sekaligus mengomunikasikan hasil penelitian secara akademik.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Capaian <strong>Tiko<\/strong> menjadi lebih dari sekadar sebuah penghargaan individual. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"http:\/\/pips.uin-malang.ac.id\">PIPS<\/a><\/span> memiliki ruang untuk berkembang melalui berbagai jalur akademik, termasuk penelitian dan forum ilmiah. Kompetensi penelitian menjadi semakin penting bagi mahasiswa <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"http:\/\/pips.uin-malang.ac.id\">PIPS<\/a><\/span> karena bidang ini membutuhkan kemampuan untuk melihat berbagai persoalan secara kritis, menganalisis informasi, serta membangun pemahaman berdasarkan bukti. Melalui kompetisi seperti IYRC, mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk membawa hasil pemikirannya keluar dari ruang kelas dan mempertemukannya dengan forum akademik yang lebih luas. Pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran tersendiri. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai substansi penelitian, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan, membangun argumentasi, serta menghadapi ruang kompetisi akademik.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan <strong>Tiko<\/strong> juga memperkuat rekam jejak mahasiswa <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"http:\/\/pips.uin-malang.ac.id\">PIPS<\/a><\/span> UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengikuti forum dan kompetisi akademik di luar lingkungan kampus. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"http:\/\/pips.uin-malang.ac.id\">PIPS<\/a><\/span> memiliki potensi untuk berkompetisi melalui bidang penelitian sekaligus membawa nama baik program studi pada ruang yang lebih luas. Bagi lingkungan akademik <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"http:\/\/pips.uin-malang.ac.id\">PIPS<\/a><\/span>, prestasi ini dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa lainnya untuk semakin berani mengembangkan gagasan penelitian, mengikuti forum ilmiah, dan menjadikan karya akademik sebagai bagian dari perjalanan pengembangan diri. Prestasi seorang mahasiswa pada akhirnya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Satu karya yang berhasil tampil di panggung internasional dapat membuka keyakinan bahwa penelitian mahasiswa memiliki peluang untuk dikenal, diapresiasi, dan memberikan kontribusi dalam forum yang lebih luas.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" class=\"wp-image-17140 aligncenter\" src=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-11-at-09.57.03.jpeg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-11-at-09.57.03.jpeg 768w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-11-at-09.57.03-225x300.jpeg 225w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-11-at-09.57.03-9x12.jpeg 9w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"http:\/\/pips.uin-malang.ac.id\">Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial<\/a><\/span> FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberikan apresiasi atas capaian yang diraih <strong>Tiko Setiawan<\/strong>. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan penelitian, mengikuti berbagai forum ilmiah, serta menghasilkan karya akademik yang berkualitas. Lebih jauh, pengalaman Tiko memperlihatkan bahwa prestasi akademik dapat dibangun melalui keberanian untuk membawa gagasan ke ruang publik. Penelitian tidak harus berhenti menjadi tugas akademik, tetapi dapat berkembang menjadi karya yang dikomunikasikan, diuji, dan diapresiasi dalam forum yang lebih luas.<\/p>\n<p><\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu penelitian dapat menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang. Dari gagasan lahir penelitian, dari penelitian lahir karya, dan dari karya lahir prestasi. Keberhasilan <strong>Tiko Setiawan<\/strong> sebagai <strong>1st Winner University Category IYRC 2026<\/strong> menjadi bukti bahwa mahasiswa <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"http:\/\/pips.uin-malang.ac.id\">PIPS<\/a><\/span> FTIK UIN Malang tidak hanya dituntut untuk memahami ilmu, tetapi juga berani mengolahnya menjadi gagasan dan menyampaikannya kepada dunia. Riset bukan sekadar mencari jawaban. Riset adalah keberanian untuk menghadirkan gagasan, membuktikannya dengan ilmu, lalu membawanya melangkah lebih jauh.[iz]<\/p>\n<p><\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Email :\u00a0<a href=\"mailto:fitk@uin-malang.ac.id\">fitk@uin-malang.ac.id<\/a><\/strong><br \/><strong>Website:\u00a0<a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/2ce3da26\/https\/fitk.uin-malang.ac.id\/\">ftik.uin-malang.ac.id<\/a><\/strong><br \/><strong>Instagram :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ftikuinmlg?igsi=NW9jbmtybjA1cmg1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ftikuinmlg<\/a><\/strong><br \/><strong>Tiktok :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@ftik.uinmalang?_r=1&amp;_t=ZS-99KSfcugEXk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ftik.uinmalang<\/a><\/strong><br \/><strong>Youtube :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@fitk2016\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fitkuinmlg<\/a><\/strong><a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/56522f16\/https\/www.tiktok.com\/@fitk.uinmalang?_r=1&amp;_t=ZS-91tvcktAjjO\"><br \/><\/a><strong>Layanan :<\/strong><br \/><strong>\u2013 WA :\u00a0<a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/2ce3da26\/https\/wa.me\/0816561337\">0816561337 (15. Layanan FITK)<\/a><\/strong><br \/><strong>\u2013 Link mobile :\u00a0<a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/2ce3da26\/http\/dumas.uin-malang.ac.id\/\">dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)<\/a><\/strong><\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FTIK INSIGHT &#8211; Malang &#8211; Gagasan penelitian tidak hanya membutuhkan kedalaman kajian, tetapi juga kemampuan untuk menyampaikannya secara jelas, ringkas, dan menarik. Hal tersebut berhasil dibuktikan Tiko Setiawan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) angkatan 2023, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melalui prestasinya di ajang International Youth Student [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17141,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[56,3,26],"tags":[],"class_list":["post-17139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademik","category-berita","category-ips"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17139"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17146,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17139\/revisions\/17146"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}