{"id":17447,"date":"2026-09-18T08:38:24","date_gmt":"2026-09-18T08:38:24","guid":{"rendered":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/?p=17447"},"modified":"2026-09-18T08:39:59","modified_gmt":"2026-09-18T08:39:59","slug":"satu-persepsi-satu-gerak-ftik-uin-malang-teguhkan-karakter-ulul-albab-melalui-evaluasi-pbak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/satu-persepsi-satu-gerak-ftik-uin-malang-teguhkan-karakter-ulul-albab-melalui-evaluasi-pbak\/","title":{"rendered":"Satu Persepsi, Satu Gerak, FTIK UIN Malang Teguhkan Karakter Ulul Albab melalui Evaluasi PBAK"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><strong>FTIK INSIGHT<\/strong> \u2013 Malang<\/strong> \u2013 Sebuah kegiatan yang besar tidak hanya membutuhkan banyak orang untuk bekerja, tetapi juga membutuhkan kesamaan arah. Ketika setiap orang memahami tujuan yang sama, koordinasi menjadi lebih kuat, tanggung jawab lebih terarah, dan kerja bersama dapat menghadirkan hasil yang lebih bermakna. Semangat tersebut menjadi perhatian utama dalam <strong>Evaluasi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang<\/strong> yang dilaksanakan pada <strong>Jumat, 18 September 2026<\/strong>, bertempat di <strong>Aula Microteaching Lantai 2<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam arahannya, <strong>Dekan FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, MA.,<\/strong> menekankan pentingnya seluruh panitia memiliki <strong>persepsi yang sama<\/strong> dalam melaksanakan setiap kegiatan. Kesamaan persepsi menjadi fondasi bagi terciptanya koordinasi, kekompakan, dan tanggung jawab. Lebih dari itu, kesamaan arah juga menjadi bagian dari proses membangun karakter dalam menjalankan amanah organisasi.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c<em>Setiap kegiatan bukan sekadar menyelesaikan agenda, tetapi menjadi ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan membangun karakter. Karena itu, seluruh panitia perlu menyatukan persepsi dan menunjukkan nilai-nilai Ulul Albab dalam setiap pelaksanaan kegiatan<\/em>,\u201d ujar Dekan FTIK.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesan tersebut menempatkan kegiatan kemahasiswaan dalam perspektif yang lebih luas. Panitia bukan hanya pelaksana teknis yang memastikan sebuah acara berjalan sesuai jadwal, tetapi juga individu yang sedang belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"585\" src=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-08.25.07-1024x585.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-17443\" srcset=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-08.25.07-1024x585.jpeg 1024w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-08.25.07-300x171.jpeg 300w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-08.25.07-768x439.jpeg 768w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-08.25.07-18x10.jpeg 18w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-18-at-08.25.07.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sebuah kepanitiaan, perbedaan cara berpikir dan pengalaman merupakan sesuatu yang wajar. Dosen dan mahasiswa memiliki latar belakang serta peran yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan ketika seluruh unsur memiliki tujuan yang sama. Karena itu, menyatukan persepsi bukan berarti menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, ia menjadi cara untuk memastikan bahwa setiap perbedaan dapat bergerak dalam satu arah. Dari sinilah koordinasi menemukan maknanya. Setiap orang mengetahui perannya, memahami tanggung jawabnya, dan menyadari bahwa keberhasilan sebuah kegiatan merupakan hasil dari kontribusi bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PBAK pada dasarnya menjadi salah satu pengalaman awal mahasiswa dalam mengenal budaya akademik dan kehidupan kemahasiswaan. Namun, proses pembentukan karakter tidak hanya berlangsung kepada peserta PBAK. Saat mahasiswa terlibat dalam perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan, mereka sedang belajar menghadapi situasi nyata. Ada target yang harus dicapai, komunikasi yang harus dibangun, persoalan yang harus diselesaikan, dan tanggung jawab yang harus dituntaskan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang tidak selalu dapat ditemukan melalui pembelajaran di dalam kelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Evaluasi PBAK 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian acara. Ukuran yang lebih penting adalah pengalaman dan nilai yang tertinggal setelah kegiatan berakhir. Ketika panitia mampu menyatukan persepsi, membangun koordinasi, menjaga kekompakan, dan menjalankan tanggung jawab dengan kesadaran, maka sebuah kegiatan telah memberikan pembelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar terlaksananya sebuah agenda.[iz]<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Email :&nbsp;<a href=\"mailto:fitk@uin-malang.ac.id\">fitk@uin-malang.ac.id<\/a><\/strong><br><strong>Website:&nbsp;<a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/2ce3da26\/https\/fitk.uin-malang.ac.id\/\">ftik.uin-malang.ac.id<\/a><\/strong><br><strong>Instagram :&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ftikuinmlg?igsi=NW9jbmtybjA1cmg1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ftikuinmlg<\/a><\/strong><br><strong>Tiktok :&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@ftik.uinmalang?_r=1&amp;_t=ZS-99KSfcugEXk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ftik.uinmalang<\/a><\/strong><br><strong>Youtube :&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@fitk2016\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fitkuinmlg<\/a><\/strong><a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/56522f16\/https\/www.tiktok.com\/@fitk.uinmalang?_r=1&amp;_t=ZS-91tvcktAjjO\"><br><\/a><strong>Layanan :<\/strong><br><strong>\u2013 WA :&nbsp;<a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/2ce3da26\/https\/wa.me\/0816561337\">0816561337 (15. Layanan FITK)<\/a><\/strong><br><strong>\u2013 Link mobile :&nbsp;<a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/2ce3da26\/http\/dumas.uin-malang.ac.id\/\">dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FTIK INSIGHT \u2013 Malang \u2013 Sebuah kegiatan yang besar tidak hanya membutuhkan banyak orang untuk bekerja, tetapi juga membutuhkan kesamaan arah. Ketika setiap orang memahami tujuan yang sama, koordinasi menjadi lebih kuat, tanggung jawab lebih terarah, dan kerja bersama dapat menghadirkan hasil yang lebih bermakna. Semangat tersebut menjadi perhatian utama dalam Evaluasi Pengenalan Budaya Akademik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17442,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,52],"tags":[],"class_list":["post-17447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-informasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17447"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17447\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17448,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17447\/revisions\/17448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}