MIU Login

Dari Ide Menjadi Kreasi, HMPS PIPS FTIK UIN Malang Pacu Mahasiswa Jadi Kreator Pembelajaran Digital

FTIK INSIGHT – Malang – Dunia pendidikan terus bergerak seiring pesatnya perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan Workshop Edudesign 2026 sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas sekaligus memperkuat kompetensi digital dalam merancang media pembelajaran. Mengusung tema “Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa Melalui Media Pembelajaran Digital yang Adaptif dan Interaktif Berbasis Canva”, kegiatan yang berlangsung di Auditorium Micro Teaching pada Sabtu (26/9/2026) tersebut tidak sekadar mengajarkan teknik desain. Lebih dari itu, workshop diarahkan untuk membangun cara pandang baru bahwa teknologi dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengubah gagasan pendidikan menjadi karya yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. 

Semangat tersebut semakin terasa dengan hadirnya Laily Nur Faiqotul Himmah, Brand Ambassador Canva, sebagai pemateri. Kehadirannya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal sekaligus mempraktikkan pemanfaatan Canva dalam menghasilkan berbagai konten digital yang adaptif dan interaktif. Bagi mahasiswa PIPS yang diproyeksikan menjadi bagian dari dunia pendidikan, kemampuan mengemas materi secara visual menjadi kompetensi yang semakin penting. Materi pembelajaran yang baik tidak hanya membutuhkan penguasaan substansi, tetapi juga kemampuan menyampaikan pesan agar mudah dipahami, menarik, dan mampu membangun keterlibatan peserta didik.

Ketua Program Studi PIPS, Dr. Saiful Amin, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa melalui Workshop Edudesign 2026. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kreativitas dan kompetensi mahasiswa agar semakin adaptif menghadapi perkembangan teknologi. Dukungan tersebut juga disampaikan Sekretaris Program Studi PIPS, Nailul Fauziyah, M.A. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa masa kini.

“Pelatihan Canva ini penting sebagai penunjang mahasiswa agar lebih kreatif. Sekarang kita hidup berdampingan dengan teknologi dan hal itu sudah tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan digital memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar mempercantik tampilan tugas. Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk mendukung presentasi, kegiatan organisasi, penelitian, publikasi, hingga kebutuhan profesional ketika memasuki dunia kerja.

Di sisi lain, Ketua HMPS PIPS, Kresna Adi Prasetya, menempatkan workshop tersebut sebagai bagian dari upaya organisasi mahasiswa menghadirkan program yang dekat dengan kebutuhan dan perkembangan kompetensi mahasiswa. Sementara itu, Ketua Panitia, Romi, menegaskan bahwa kegiatan dirancang agar peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan Canva.

Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur Canva untuk menghasilkan media dan konten digital yang lebih komunikatif. Mahasiswa juga diarahkan untuk melihat desain bukan hanya sebagai persoalan visual, melainkan sebagai strategi menyampaikan gagasan. Di sinilah nilai penting Workshop Edudesign 2026. Ketika teknologi semakin dekat dengan ruang kelas, calon pendidik dituntut memiliki kemampuan untuk mengolah teknologi menjadi bagian dari proses pembelajaran. Kreativitas visual, kemampuan komunikasi, dan literasi digital kemudian bertemu dalam satu kompetensi yang dibutuhkan oleh pendidik masa kini.

Workshop ini sekaligus memperlihatkan bagaimana organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang pembelajaran yang melampaui batas-batas ruang kuliah. Melalui HMPS PIPS, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar, mencoba, berkolaborasi, sekaligus membangun keberanian untuk menghasilkan karya yang dapat digunakan dan dikembangkan.

Dari layar menjadi karya, dari ide menjadi media, dan dari mahasiswa menjadi kreator. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh melalui Workshop Edudesign 2026. HMPS PIPS UIN Malang tidak hanya mengajak mahasiswa untuk mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mendorong mereka mengambil peran di dalamnya—menciptakan media pembelajaran yang kreatif, informatif, adaptif, dan bermakna. Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Kreativitas, gagasan, dan keberanian untuk berkarya adalah kekuatan yang menghidupkannya. Melalui langkah-langkah inovatif seperti Workshop Edudesign 2026, mahasiswa PIPS terus dipersiapkan bukan sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan calon pendidik yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan masa depan pendidikan.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Berita Terkait