{"id":18489,"date":"2026-10-09T09:24:22","date_gmt":"2026-10-09T09:24:22","guid":{"rendered":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/?p=18489"},"modified":"2026-10-09T09:27:33","modified_gmt":"2026-10-09T09:27:33","slug":"rizki-amelia-ajak-mahasiswa-ftik-uin-malang-kuasai-ai-dan-computational-thinking-guru-era-digital-harus-berpikir-logis-kreatif-dan-sistematis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/rizki-amelia-ajak-mahasiswa-ftik-uin-malang-kuasai-ai-dan-computational-thinking-guru-era-digital-harus-berpikir-logis-kreatif-dan-sistematis\/","title":{"rendered":"Rizki Amelia Ajak Mahasiswa FTIK UIN Malang Kuasai AI dan Computational Thinking &#8211; Guru Era Digital Harus Berpikir Logis, Kreatif, dan Sistematis"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"18489\" class=\"elementor elementor-18489\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7ca62379 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"7ca62379\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3e028197 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"3e028197\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><strong>FTIK INSIGHT \u2013<\/strong><\/strong>\u00a0Malang \u2013 Kecerdasan buatan (<em>Artificial Intelligence\/AI<\/em>) semakin membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. Namun, kemudahan teknologi perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis agar pemanfaatannya benar-benar mendukung kualitas pembelajaran. Pesan tersebut mengemuka dalam sesi <strong>\u201cPengenalan dan Praktik Pembuatan Modul Ajar Berbasis Computational Thinking Berbantuan AI\u201d<\/strong> yang disampaikan oleh <strong>Rizki Amelia, M.Pd.<\/strong>, dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Inovatif (LP3I) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (9\/10\/2026), di Aula Microteaching Lantai 2.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sesi tersebut, <strong>Rizki Amelia<\/strong> mengajak peserta mengenali sekaligus mempraktikkan penggunaan AI untuk membantu penyusunan modul ajar berbasis <em>computational thinking<\/em>. Materi tidak hanya membahas pemanfaatan teknologi, tetapi juga menekankan perubahan pola pikir yang diperlukan agar calon pendidik mampu merancang pembelajaran sesuai kebutuhan pendidikan di era digital.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" class=\"wp-image-18465 aligncenter\" src=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0433-1024x683.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0433-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0433-300x200.jpg 300w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0433-768x512.jpg 768w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0433-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0433-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0433-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu pertanyaan pemantik yang disampaikan narasumber adalah, <em>\u201cApakah sebagai manusia perlu berpikir seperti perangkat komputer?\u201d<\/em><\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan tersebut mengajak peserta merefleksikan perbedaan antara kemampuan berpikir manusia dan cara komputer memproses informasi. Manusia tidak harus berpikir seperti mesin dalam seluruh aspek kehidupan. Namun, dalam menyelesaikan persoalan tertentu, manusia perlu mengembangkan pola pikir yang logis, terstruktur, dan sistematis. Prinsip tersebut menjadi inti <em>computational thinking<\/em>, yakni pendekatan untuk memahami persoalan, mengidentifikasi bagian-bagian penting, menemukan pola, menentukan informasi yang relevan, serta menyusun langkah penyelesaian secara runtut. Dalam konteks pendidikan, pola pikir ini membantu mahasiswa menyusun tujuan pembelajaran, memilih materi, merancang aktivitas peserta didik, dan menentukan tahapan pembelajaran secara lebih terarah. Dengan demikian, modul ajar tidak sekadar menjadi dokumen administratif, melainkan panduan yang memiliki alur dan tujuan pembelajaran yang jelas.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada sesi praktik, <strong>Rizki Amelia<\/strong> memperkenalkan pemanfaatan platform AI seperti Gemini dan ChatGPT untuk membantu peserta mengembangkan bahan ajar serta mendukung pengerjaan tugas akhir. Peserta diperkenalkan pada penggunaan <em>prompt<\/em> atau instruksi yang disusun secara tepat untuk menghasilkan rancangan bahan ajar berbasis <em>computational thinking<\/em>. Melalui pendekatan ini, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun kerangka materi, merancang aktivitas pembelajaran, mengembangkan pertanyaan pemantik, hingga mengeksplorasi alternatif strategi pembelajaran. Narasumber juga membagikan contoh <em>prompt<\/em> yang dapat dijadikan acuan dalam menyusun bahan ajar. Hal ini menjadi penting karena kualitas keluaran AI sangat dipengaruhi oleh kejelasan instruksi, ketepatan konteks, serta informasi yang diberikan oleh pengguna. Meski demikian, pemanfaatan AI tetap membutuhkan keterlibatan aktif manusia. Mahasiswa perlu memeriksa kembali kebenaran informasi, menyesuaikan hasil dengan capaian pembelajaran, dan memastikan bahwa materi yang dihasilkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. AI berfungsi sebagai alat bantu, sedangkan keputusan akademik dan tanggung jawab atas hasil akhir tetap berada pada penggunanya.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" class=\"wp-image-18490 aligncenter\" src=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0410-1024x683.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0410-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0410-300x200.jpg 300w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0410-768x512.jpg 768w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0410-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0410-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0410-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rizki Amelia juga menekankan pentingnya perubahan peran guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika kebutuhan belajar peserta didik. Guru era digital tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi perlu merancang pengalaman belajar yang mendorong siswa aktif berpikir, berkarya, berkomunikasi, dan bekerja sama.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks tersebut, peserta diajak memahami keterampilan <strong>4C<\/strong>, yaitu:<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Critical thinking:<\/strong> kemampuan berpikir kritis untuk menganalisis informasi dan memecahkan masalah.<\/li>\n\n<li><strong>Creativity:<\/strong> kemampuan berpikir kreatif dalam menghasilkan gagasan dan solusi baru.<\/li>\n\n<li><strong>Communication:<\/strong> kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan efektif.<\/li>\n\n<li><strong>Collaboration:<\/strong> kemampuan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.<\/li>\n<\/ul>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keempat keterampilan tersebut membutuhkan fondasi berpikir logis dan sistematis. Siswa perlu diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, mengevaluasi informasi, mencoba berbagai pendekatan, menyampaikan pendapat, dan membangun solusi bersama. Karena itu, guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas, tetapi juga mengembangkan proses berpikir dan kemandirian siswa.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"692\" class=\"wp-image-18473 aligncenter\" src=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0422-1024x692.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0422-1024x692.jpg 1024w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0422-300x203.jpg 300w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0422-768x519.jpg 768w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0422-1536x1038.jpg 1536w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0422-2048x1383.jpg 2048w, https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/DSC_0422-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemaparan Rizki Amelia menegaskan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan seharusnya berjalan seiring dengan penguatan kompetensi pedagogis. Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi pendidik tetap harus memahami tujuan pembelajaran, kebutuhan siswa, dan nilai-nilai yang mendasari proses pendidikan. Melalui praktik penyusunan modul ajar berbasis <em>computational thinking<\/em>, mahasiswa memperoleh perspektif bahwa inovasi pembelajaran dimulai dari kemampuan mengenali masalah dan merancang solusi secara tepat. AI kemudian dimanfaatkan untuk mendukung proses tersebut, bukan menggantikan kemampuan berpikir maupun peran pendidik. Pendekatan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan tugas akhir dan mempersiapkan diri sebagai calon guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesi yang dibawakan <strong>Rizki Amelia, M.Pd.<\/strong> menjadi bagian penting dari Pelatihan Modul Ajar Berbasis Computational Thinking Berbantuan AI yang diselenggarakan LP3I FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Materi dan praktik yang diberikan mengarahkan peserta untuk memahami bahwa kecakapan digital harus ditopang kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta tanggung jawab akademik. Menjadi guru di era digital bukan berarti menyerahkan proses berpikir kepada teknologi. Sebaliknya, teknologi harus digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia dalam memahami persoalan, merancang solusi, dan menciptakan pembelajaran yang bermakna. Melalui penguatan <em>computational thinking<\/em> dan pemanfaatan AI secara bijaksana, FTIK UIN Malang terus mendorong lahirnya calon pendidik yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir logis, bertindak kreatif, berkolaborasi, dan menghadirkan inovasi nyata bagi masa depan pendidikan.[iz]<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Email :\u00a0<a href=\"mailto:fitk@uin-malang.ac.id\">fitk@uin-malang.ac.id<\/a><\/strong><br \/><strong>Website:\u00a0<a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/2ce3da26\/https\/fitk.uin-malang.ac.id\/\">ftik.uin-malang.ac.id<\/a><\/strong><br \/><strong>Instagram :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ftikuinmlg?igsi=NW9jbmtybjA1cmg1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ftikuinmlg<\/a><\/strong><br \/><strong>Tiktok :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@ftik.uinmalang?_r=1&amp;_t=ZS-99KSfcugEXk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ftik.uinmalang<\/a><\/strong><br \/><strong>Youtube :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@fitk2016\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fitkuinmlg<\/a><\/strong><a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/56522f16\/https\/www.tiktok.com\/@fitk.uinmalang?_r=1&amp;_t=ZS-91tvcktAjjO\"><br \/><\/a><strong>Layanan :<\/strong><br \/><strong>\u2013 WA :\u00a0<a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/2ce3da26\/https\/wa.me\/0816561337\">0816561337 (15. Layanan FITK)<\/a><\/strong><br \/><strong>\u2013 Link mobile :\u00a0<a href=\"https:\/\/103.17.76.28:10443\/proxy\/2ce3da26\/http\/dumas.uin-malang.ac.id\/\">dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)<\/a><\/strong><\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FTIK INSIGHT \u2013\u00a0Malang \u2013 Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence\/AI) semakin membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. Namun, kemudahan teknologi perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis agar pemanfaatannya benar-benar mendukung kualitas pembelajaran. Pesan tersebut mengemuka dalam sesi \u201cPengenalan dan Praktik Pembuatan Modul Ajar Berbasis Computational Thinking Berbantuan AI\u201d yang disampaikan oleh Rizki Amelia, M.Pd., dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18462,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[56,3],"tags":[],"class_list":["post-18489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademik","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18489"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18489\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18495,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18489\/revisions\/18495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}