FTIK INSIGHT – Malang – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui International Office and Student Affairs (IOSA) bersama Himpunan Mahasiswa International Class Program (ICP) menyelenggarakan International Students Summit (ISS) 2026 dengan tema “Connecting Minds about Eco-Theological Perspectives in Education and Culture.” Hari pertama ISS yang dihelat pada 2 Oktober 2026 menjadi ruang perjumpaan akademik dan lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa FTIK dengan 30 mahasiswa internasional dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Malang (UNISMA), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Para mahasiswa internasional tersebut berasal dari beragam negara, di antaranya India, Pakistan, Gambia, Thailand, Sudan, Comoros, Afghanistan, Mozambique, Cambodia, Tajikistan, Myanmar, Yemen, Timor-Leste, dan Madagascar. Keberagaman tersebut menjadikan ISS bukan sekadar forum akademik, tetapi ruang nyata untuk mempertemukan perspektif, pengalaman, nilai, dan budaya dari berbagai belahan dunia.

Ketua pelaksana ISS dari unsur mahasiswa, Andarini Ranu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ISS dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa internasional dan Indonesia untuk saling mengenal, bertukar gagasan, serta membangun koneksi melalui isu yang menjadi tanggung jawab bersama.

Acara kemudian dibuka melalui sambutan Dekan FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, MA., yang menekankan bahwa tantangan lingkungan tidak cukup dipahami hanya sebagai persoalan sains dan teknologi, tetapi juga perlu dilihat melalui nilai, keyakinan, pendidikan, budaya, serta cara manusia memaknai hubungannya dengan alam. Melalui ISS, keberagaman latar belakang peserta diharapkan tidak berhenti pada perayaan perbedaan, tetapi berkembang menjadi sumber pengetahuan, refleksi kritis, dan pembelajaran bersama untuk membangun kesadaran sebagai warga global yang bertanggung jawab.
Sesi utama bersama Nanang Zubaidi sebagai narasumber menjadi salah satu kekuatan Day 1 ISS. Pembahasan mengenai eco-theological perspectives in education and culture dikemas secara komunikatif, partisipatif, dan dialogis, sehingga peserta tidak ditempatkan hanya sebagai pendengar. Mereka diajak menghubungkan konsep eco-theology dengan pengalaman, keyakinan, pendidikan, local wisdom, serta praktik budaya di negara masing-masing. Interaksi lintas negara membuka ruang bagi peserta untuk melihat bagaimana nilai spiritual dan budaya dapat membentuk hubungan manusia dengan alam serta diterjemahkan melalui pendidikan dan tindakan nyata. Ketua IOSA, Nur Hidayah Hanifah, M.Pd., menegaskan bahwa format semacam ini merupakan esensi dari “Connecting Minds”: menghadirkan ruang internasional di mana mahasiswa tidak hanya bertemu, tetapi benar-benar berbicara, mendengarkan, mempertanyakan, dan belajar dari perspektif satu sama lain.

Hari pertama ditutup dengan Wall of Commitment, sebuah refleksi kolektif yang mengajak setiap peserta menuliskan komitmen pribadi tentang tindakan yang akan mereka lakukan untuk menjaga bumi. Beragam pesan dari mahasiswa berbagai negara kemudian dipajang bersama sebagai simbol bahwa perbedaan negara, budaya, bahasa, dan tradisi tidak menghalangi lahirnya tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. Wall of Commitment sekaligus menjadi penanda bahwa ISS 2026 tidak berhenti pada diskusi konseptual, tetapi diarahkan menuju refleksi dan aksi, connecting minds, connecting cultures, and transforming shared values into meaningful actions. Semangat tersebut menjadi jembatan menuju rangkaian hari kedua, ketika peserta akan melanjutkan pembelajaran melalui pengalaman langsung dengan alam dan kekayaan budaya Indonesia.[org]
Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)





