MIU Login

Dari Gagasan Menjadi Tulisan – Dosen MPI FTIK UIN Malang Nyalakan Semangat Literasi Santri MDH MAN 1 Kota Malang

FTIK INSIGHT – Malang – 26 September 2026 — Sebuah gagasan akan memiliki daya ketika berani dituangkan. Dari situlah tulisan hadir bukan sekadar sebagai rangkaian kata, melainkan sebagai jejak pemikiran yang mampu menyampaikan pengetahuan, menyuarakan pengalaman, dan menggerakkan pembacanya. Semangat inilah yang dibangun dalam kegiatan kepenulisan bersama santri Ma’had Darul Hikmah (MDH) MAN 1 Kota Malang.

Mengusung tema “Dari Ide Menjadi Karya: Menemukan Serunya Dunia Kepenulisan”, kegiatan berlangsung di Aula Ma’had Darul Hikmah dengan menghadirkan Dosen Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, M. Kholilur Rohman, M.Pd., sebagai pemateri. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk mengenal dunia kepenulisan secara lebih dekat. Tidak hanya berbicara mengenai bagaimana menghasilkan tulisan yang baik, peserta diajak memahami bahwa proses menulis sesungguhnya berawal dari kemampuan melihat sesuatu, mempertanyakannya, kemudian mengolahnya menjadi sebuah gagasan.

Di hadapan para santri, Kholil memperkenalkan proses kepenulisan mulai dari menemukan ide, mengembangkan gagasan, hingga mengolahnya menjadi karya yang utuh. Pendekatan tersebut membuat kepenulisan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ide tidak selalu harus dicari jauh-jauh. Pengalaman, lingkungan, peristiwa, pengetahuan, bahkan pertanyaan sederhana yang muncul dalam keseharian dapat menjadi pintu masuk untuk menghasilkan sebuah tulisan. Para santri juga diperkenalkan pada karakteristik karya fiksi dan karya ilmiah. Masing-masing memiliki tujuan, gaya, struktur, serta cara pengembangan yang berbeda sehingga penulis perlu memahami karakter tulisan sebelum mulai menyusunnya. Lebih jauh, Kholil mengajak para santri melihat aktivitas menulis dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, kemampuan menulis memiliki hubungan erat dengan kemampuan berpikir. Menulis menuntut seseorang untuk menyusun gagasan secara runtut, memilih informasi yang relevan, membangun argumentasi, serta memastikan sumber yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, aktivitas kepenulisan dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan daya nalar kritis. Santri tidak hanya belajar bagaimana membuat tulisan terlihat menarik, tetapi juga bagaimana menyampaikan pemikiran secara logis dan bertanggung jawab. Pesan tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus informasi. Kemampuan mengolah informasi dan menyampaikannya kembali melalui tulisan membutuhkan ketelitian sekaligus sikap kritis.

Suasana kegiatan semakin humanis ketika Kholil turut membagikan pengalaman pribadinya dalam mengenal dunia kepenulisan sejak masa Aliyah. Cerita tersebut memberikan gambaran bahwa kemampuan menulis bukan sesuatu yang harus langsung sempurna. Keterampilan tersebut dapat dibangun secara bertahap melalui keberanian untuk mencoba, membaca, menulis, menerima masukan, dan terus memperbaiki karya. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pesan bagi para santri bahwa seorang penulis tidak lahir hanya karena memiliki bakat, tetapi juga karena memiliki kebiasaan dan kemauan untuk terus berproses. Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan. Para santri terlibat dalam interaksi dengan pemateri melalui pertanyaan dan tanggapan yang berkaitan dengan proses menemukan ide serta mengembangkannya menjadi tulisan. Pertanyaan yang muncul memperlihatkan ketertarikan peserta terhadap dunia kepenulisan, khususnya mengenai bagaimana mengatasi kebuntuan ketika mencari ide dan bagaimana menjadikan gagasan sederhana menjadi karya yang memiliki nilai. Interaksi tersebut membuat kegiatan tidak berjalan satu arah. Aula Ma’had Darul Hikmah menjadi ruang dialog tempat pengalaman, pengetahuan, dan rasa ingin tahu saling bertemu.

Kegiatan kepenulisan bersama ini pada akhirnya memberikan perspektif bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, berpikir kritis, serta mengkomunikasikan gagasan secara bertanggung jawab. Bagi para santri, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal yang relevan untuk perjalanan akademik maupun kehidupan profesional di masa mendatang. Tulisan yang lahir dari tangan santri pun berpotensi menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, mendokumentasikan pengalaman, sekaligus memberikan perspektif kepada masyarakat. Kegiatan bersama Dosen MPI FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di MDH MAN 1 Kota Malang menjadi momentum untuk menumbuhkan keberanian santri dalam mengenal dan menekuni dunia kepenulisan. Melalui pengenalan teknik menulis, pemahaman terhadap karya fiksi dan ilmiah, serta pengalaman langsung dari pemateri, para santri memperoleh pesan bahwa menulis adalah perjalanan yang dibangun dari rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus belajar.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Berita Terkait