MIU Login

Dekan FTIK UIN Malang, Lulusan Harus Menjadi Pendidik yang Memanusiakan Manusia dan Menyalakan Cahaya Perubahan

FTIK INSIGHT – Malang – Momentum Yudisium ke-3 Tahun 2026 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi lebih dari sekadar penanda berakhirnya perjalanan akademik. Dalam sambutannya, Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., mengajak para lulusan untuk tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana, tetapi melanjutkan perjuangan dengan ilmu, akhlak, integritas, dan keberanian untuk hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa (3 September 2026).

Di hadapan para peserta yudisium, pimpinan fakultas, dosen, dan civitas akademika, Dekan menyampaikan bahwa kelulusan merupakan buah dari perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan. Malam-malam panjang, proses penyelesaian skripsi, berbagai tantangan akademik, hingga rasa ingin menyerah menjadi bagian dari perjalanan yang akhirnya bermuara pada satu kata: lulus. Namun, Prof. Muhammad Walid menegaskan bahwa ketukan palu yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu gerbang menuju realitas yang sesungguhnya. Para lulusan kini akan memasuki ruang pengabdian yang lebih luas, tempat ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di kampus diuji melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Dekan mengajak lulusan untuk melihat berbagai tantangan yang tengah dihadapi bangsa, mulai dari persoalan moral dan etika, derasnya arus informasi digital dan kehadiran AI, hingga ketimpangan dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Di tengah kondisi tersebut, lulusan fakultas pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton. Mereka harus hadir sebagai bagian dari jawaban yang dinanti bangsa. Menurutnya, menjadi sarjana pendidikan maupun sarjana keagamaan bukan semata-mata tentang memperoleh pekerjaan atau menyandang gelar di belakang nama, tetapi merupakan panggilan jiwa untuk ikut menyembuhkan persoalan bangsa melalui jalur pendidikan. Pesan tersebut menjadi semakin kuat karena lulusan FTIK dipersiapkan bukan hanya untuk memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga membawa misi pendidikan yang mampu menyentuh manusia secara utuh.

Pesan pertama yang ditekankan Prof. Muhammad Walid adalah agar para lulusan menjadi pendidik yang memanusiakan manusia. Bangsa, menurut arahan tersebut, tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar, tetapi juga membutuhkan manusia yang jujur dan berkarakter. Karena itu, di mana pun para lulusan nantinya mengabdi, mereka diharapkan mampu menjadi teladan. Ilmu harus diajarkan dengan logika, tetapi hati peserta didik juga harus disentuh dengan rasa. Ilmu yang dimiliki hendaknya digunakan untuk memberikan kesejahteraan, kebahagiaan, serta membebaskan manusia dari belenggu kegelapan. Pesan ini menjadi refleksi penting bahwa profesi pendidik bukan sekadar pekerjaan administratif atau rutinitas mengajar. Di tangan pendidik terdapat tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan generasi.

Pesan berikutnya yang disampaikan Dekan menyentuh sisi paling personal dari perjalanan para lulusan: orang tua. Prof. Muhammad Walid mengingatkan agar para lulusan tidak pernah melupakan doa, air mata, keringat, dan pengorbanan orang tua yang telah mengantarkan mereka hingga mencapai titik kelulusan. Gelar sarjana yang diraih hari ini bukan hanya milik pribadi. Di dalamnya terdapat perjuangan orang tua yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya, doa yang dipanjatkan dalam diam, serta kesabaran ketika menghadapi berbagai tantangan selama proses perkuliahan. Karena itu, keberhasilan menjadi sarjana hendaknya menjadi awal untuk memuliakan dan membahagiakan orang tua, sekaligus mempersembahkan keberhasilan tersebut sebagai bentuk terima kasih atas segala pengorbanan mereka.

Pesan berikutnya menjadi ajakan bagi para lulusan untuk tidak larut dalam pesimisme. Di tengah berbagai persoalan moral dan sosial yang ada, lulusan FTIK diharapkan mampu menjadi “lilin yang menerangi.” Mereka didorong untuk hadir sebagai guru, mentor, dan penggerak perubahan positif di lingkungan masing-masing. Masyarakat membutuhkan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab para sarjana. Karena itu, ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah harus diberikan kembali kepada masyarakat untuk menerangi, mengasuh, dan mendidik. Inilah semangat pengabdian yang menjadi salah satu pesan kuat dalam yudisium: ilmu tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Ilmu harus menjadi cahaya yang memberi manfaat.

Prof. Muhammad Walid juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada. Nilai integritas, kerendahan hati, dan profesionalisme yang telah ditanamkan selama berada di fakultas harus terus dibawa dalam kehidupan setelah lulus. Nama baik almamater tidak hanya dijaga melalui ucapan, tetapi melalui prestasi, perilaku, integritas, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Dengan demikian, setiap lulusan diharapkan mampu menjadi representasi nilai-nilai positif FTIK ketika memasuki dunia kerja, dunia pendidikan, maupun ruang pengabdian lainnya.

Menutup sambutannya, Dekan menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang telah membimbing para mahasiswa dengan penuh kesabaran serta kepada para orang tua dan wali yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada FTIK. Dengan penuh haru dan kebanggaan, para lulusan dilepas untuk memasuki fase kehidupan berikutnya. Mereka tidak hanya diharapkan sukses secara profesional, tetapi juga sukses dalam menjaga nilai-nilai kehidupan dan memberikan manfaat bagi sesama.

Yudisium ke-3 Tahun 2026 FTIK UIN Malang menjadi momentum untuk mengubah keberhasilan akademik menjadi keberanian untuk mengabdi. Pesan Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. menegaskan bahwa gelar sarjana bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para lulusan diajak menjadi pendidik yang memanusiakan manusia, anak yang tidak melupakan jasa orang tua, pribadi yang tidak pernah lelah berbagi cahaya, serta insan yang senantiasa menjaga nama baik almamater. Kini, perjalanan mereka berlanjut. Bukan lagi sekadar mengejar kesuksesan untuk diri sendiri, tetapi membangun bangsa, mencerdaskan masyarakat, dan merawat masa depan Indonesia dengan ilmu serta akhlak mulia.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Berita Terkait