MIU Login

Ketua Pelaksana ICIED 2026 – Setiap Gagasan Harus Menjadi Pengetahuan, Setiap Pertemuan Menjadi Kolaborasi

FTIK INSIGHT – Malang – Pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, kurikulum, dan capaian akademik. Pendidikan adalah tentang membuka kesempatan, menghadirkan keadilan, serta memastikan setiap individu memiliki ruang untuk tumbuh dan berkontribusi. Semangat tersebut menjadi ruh dalam penyelenggaraan The 11th International Conference on Islamic Education (ICIED) 2026 yang digelar oleh Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mengusung tema “Building an Inclusive and Sustainable Educational Ecosystem” (9 September 2026), ICIED 2026 menjadi ruang akademik dan kolaboratif bagi para akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, serta pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan, pengetahuan, dan hasil penelitian mengenai masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dalam rangkaian pembahasannya, ICIED 2026 mengangkat sejumlah subtema strategis, mulai dari integrasi nilai-nilai Islam dan etika dalam pendidikan transformatif, kepemimpinan digital dan tata kelola berbasis data, peningkatan akses pendidikan melalui teknologi, pendidikan holistik, literasi matematis yang didukung kecerdasan buatan, komunikasi pendidikan yang efektif, hingga transformasi pendidikan melalui digitalisasi.

Ketua Pelaksana ICIED 2026, Harir Mubarok, M.Pd., menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pengetahuan, hasil penelitian, dan berbagai gagasan dalam rangka membangun ekosistem pendidikan yang mampu memberikan kesempatan belajar secara adil kepada seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, inklusivitas menjadi salah satu perhatian utama dalam konferensi. Pendidikan idealnya mampu memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang latar belakang, memiliki kesempatan untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Tidak hanya inklusivitas, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian penting. Pendidikan dituntut tidak berhenti pada upaya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa masa depan pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas bidang. Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan perlu berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, etika, serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan demikian, inovasi pendidikan tidak hanya menghasilkan sistem yang semakin canggih, tetapi juga manusia yang semakin bijaksana dalam menggunakannya. Harir berharap seluruh gagasan yang lahir dalam ICIED 2026 tidak berhenti sebagai wacana di ruang konferensi. Setiap ide diharapkan dapat berkembang menjadi pengetahuan yang bermakna, sementara setiap pertemuan dapat membuka pintu kolaborasi baru yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.

ICIED 2026 membawa pesan bahwa membangun pendidikan masa depan bukanlah pekerjaan satu pihak. Diperlukan perjumpaan berbagai gagasan, pengalaman, penelitian, dan perspektif untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab perubahan zaman sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan. Pada akhirnya, ICIED 2026 bukan sekadar konferensi yang mempertemukan para pemikir dan praktisi pendidikan. ICIED adalah ruang untuk menyalakan gagasan, mempertemukan perbedaan, melahirkan kolaborasi, dan mengubah pengetahuan menjadi gerakan. Dari Malang, suara tentang pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan digaungkan untuk dunia—karena pendidikan yang hebat bukan hanya tentang siapa yang mampu maju, tetapi tentang bagaimana setiap orang diberi kesempatan untuk tumbuh, bermakna, dan bersama-sama membangun masa depan.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

 

Berita Terkait