MIU Login

Tiga Mahasiswi, Satu Gagasan, Satu Emas dengan Inovasi Media Pembelajaran FTIK UIN Malang Juara di JAWARA II

FTIK INSIGHT – Tiga mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuktikan bahwa sebuah gagasan akan menjadi lebih bermakna ketika diperjuangkan bersama. Saniya Alin Salsabila, mahasiswa Pendidikan Agama Islam, bersama Fatimah Robiatus Tsaniyyah dan Puspaningrum Aprilia Rahmawati dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, berhasil membawa pulang Gold Medal atau Juara 1 pada Final PORSI JAWARA II 2026 Cabang Inovasi Media Pembelajaran. Prestasi tersebut diraih dalam babak final yang berlangsung pada Sabtu, 13 September 2026, bertempat di Meeting Room Gedung FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Di antara sepuluh finalis yang tampil, tim UIN Malang mendapatkan urutan tampil ke-7 untuk mempresentasikan inovasi media pembelajaran yang mereka bawa dalam kompetisi. Di balik medali emas tersebut, terdapat kisah tentang keberanian membawa karya ke panggung kompetisi, kemampuan bekerja sebagai sebuah tim, dan keyakinan bahwa inovasi dalam pendidikan dapat lahir dari mahasiswa.

Tim UIN Malang dalam kompetisi ini terdiri atas tiga mahasiswa dengan latar program studi yang berbeda, yakni Saniya Alin Salsabila dari PAI, serta Fatimah Robiatus Tsaniyyah dan Puspaningrum Aprilia Rahmawati dari PGMI. Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun sebuah tim. Mereka hadir dengan semangat yang sama untuk membawa gagasan inovasi media pembelajaran ke tingkat kompetisi yang lebih luas. Dalam kompetisi seperti ini, sebuah karya tidak cukup hanya memiliki ide. Tim juga harus mampu menyampaikan gagasan dengan baik di hadapan dewan juri dan menunjukkan nilai inovasi yang dimiliki. Karena itu, ketika nama UIN Malang berada di urutan ketujuh dari sepuluh finalis, ketiganya tidak hanya membawa sebuah media pembelajaran. Mereka juga membawa nama almamater dan hasil kerja bersama yang telah dipersiapkan untuk menghadapi babak penentuan.

Babak final PORSI JAWARA II dimulai dengan registrasi para finalis dan persiapan teknis. Suasana kompetisi kemudian semakin terasa ketika acara dibuka dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Cabang Lomba. Para finalis selanjutnya mendapatkan penjelasan mengenai teknis pelaksanaan final serta tata tertib perlombaan. Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum masing-masing peserta memasuki arena untuk menunjukkan karya terbaiknya. Menunggu giliran tampil tentu bukan sekadar persoalan waktu. Di baliknya ada kesempatan untuk kembali menyiapkan mental, menjaga fokus, dan memastikan seluruh bagian yang akan disampaikan dapat berjalan dengan baik. Hingga akhirnya, tibalah giliran tim UIN Malang tampil sebagai finalis ke-7. Di hadapan forum final, gagasan yang telah mereka bawa kemudian dipresentasikan. Momen tersebut menjadi titik penting karena seluruh proses dan persiapan akhirnya bertemu dalam satu kesempatan untuk menunjukkan kualitas karya.

Nama UIN Malang akhirnya berhasil berada di posisi tertinggi. Tim yang beranggotakan Saniya, Fatimah, dan Puspaningrum sukses meraih Gold Medal sebagai Juara 1 Cabang Inovasi Media Pembelajaran PORSI JAWARA II 2026. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu membawa gagasan pendidikan ke ruang kompetisi dan memperoleh apresiasi tertinggi. Medali emas itu bukan hanya menjadi simbol kemenangan dalam sebuah perlombaan. Ia menjadi representasi dari keberanian mahasiswa untuk menciptakan, mengembangkan, dan mempresentasikan gagasan yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan.

Prestasi yang diraih ketiga mahasiswa tersebut membawa pesan penting tentang makna inovasi dalam pendidikan. Mahasiswa calon pendidik tidak hanya dipersiapkan untuk memahami teori pembelajaran, tetapi juga ditantang untuk memiliki kreativitas dalam menjawab kebutuhan pendidikan. Cabang Inovasi Media Pembelajaran menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa pembelajaran dapat terus dikembangkan melalui ide-ide baru. Bagi Saniya, Fatimah, dan Puspaningrum, pengalaman di JAWARA II tentu menjadi bagian dari perjalanan akademik yang berharga. Mereka mendapatkan pengalaman berada dalam kompetisi, menghadapi finalis lainnya, mengikuti ketentuan perlombaan, hingga merasakan momen ketika karya yang diperjuangkan akhirnya memperoleh penghargaan tertinggi. Dan mungkin, pelajaran paling berharga bukan hanya ketika medali emas disematkan, melainkan ketika mereka menyadari bahwa sebuah gagasan yang diperjuangkan bersama dapat membawa tiga nama mahasiswa berdiri sebagai satu tim dan mengharumkan nama almamater.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi energi positif bagi mahasiswa UIN Malang untuk semakin berani berkarya. Dunia pendidikan membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan perubahan. Inovasi media pembelajaran menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran dalam menghadirkan gagasan kreatif untuk pendidikan. Gold Medal di JAWARA II pun menjadi bukti bahwa karya mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang dan mendapatkan apresiasi ketika dipersiapkan dengan sungguh-sungguh serta diperjuangkan secara bersama-sama. Dari ruang final di Pekalongan, mereka membawa pulang bukan hanya Gold Medal, tetapi juga pengalaman bahwa keberanian berkarya selalu memiliki tempat di panggung prestasi.Saniya, Fatimah, dan Puspaningrum telah membuktikan ketika gagasan dipadukan dengan kreativitas, kerja sama, dan keberanian untuk tampil, sebuah karya mahasiswa dapat berubah menjadi prestasi yang mengharumkan almamater.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Berita Terkait