MIU Login

Gelar Diskusi Paralel, FTIK UIN Malang dan Universiti Malaya Bedah Relevansi Kitab Klasik hingga Posisi Guru Modern

FTIK INSIGHT – Malang – Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan akademik delegasi Universiti Malaya, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar agenda Indonesian–Malaysia Student Academic Dialogue pada Kamis, 24 September 2026. Diskusi interaktif antarmahasiswa kedua negara ini dilaksanakan secara paralel di dua lokasi berbeda guna membedah topik-topik strategis seputar keislaman dan kependidikan di era modern.

Ruang pertama yang bertempat di Gedung A Ruang 105 dipandu oleh Rasmuin, M.Pd.I. Pada sesi ini, para peserta diajak mendalami materi mengenai Qira’atul Kutub (pengkajian teks/kitab klasik) sebagai salah satu fondasi penting dalam tradisi keilmuan Islam. Diskusi berfokus pada pentingnya menjaga literasi keagamaan berbasis kitab turats serta bagaimana relevansinya tetap dapat diaktualisasikan dalam konteks akademik masa kini.

Sementara itu, ruang kedua yang berlangsung di Meeting Room Megawati Lantai 2 diisi oleh Faridatun Nikmah, M.Pd. Sesi ini mengangkat tema yang sangat esensial, yakni “Peran Guru yang Tak Tergantikan”. Di tengah masifnya arus transformasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI), dibahas mengenai posisi serta kedudukan hakiki seorang guru saat ini. Ditegaskan bahwa teknologi hanya berperan sebagai alat bantu, sedangkan nilai sentral pendidik dalam membentuk karakter, memberikan empati, serta menanamkan etika tetap tidak dapat digantikan oleh media digital apa pun.

Sesi diskusi kian menarik ketika delegasi mahasiswa dan akademisi dari Universiti Malaya turut memaparkan gambaran kondisi serta kedudukan profesi guru di Malaysia. Pihak Malaysia menjelaskan bahwa profesi pendidik di sana mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari pemerintah, salah satunya tercermin dari tingkat kesejahteraan dan gajinya. Menariknya, sistem di Malaysia menerapkan kebijakan bahwa semakin jauh atau terpencil wilayah penempatan mengajar seorang guru (pelosok), maka tunjangan dan gaji yang diterima justru semakin tinggi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Antusiasme mahasiswa dari kedua perguruan tinggi terlihat jelas sepanjang jalannya diskusi. Peserta aktif saling melempar pandangan, membandingkan kebijakan kependidikan antarnegara, serta membedah tantangan nyata yang dihadapi calon pendidik Muslim di masa depan. Melalui pembagian dua sesi kajian ini, para mahasiswa mendapatkan ruang yang inklusif untuk bertukar pikiran dan memperluas wawasan keilmuan. Agenda ini tidak hanya memperkaya khazanah intelektual para peserta, tetapi juga menjadi sarana yang efektif dalam membangun tali silaturahmi serta jejaring persaudaraan akademik antarnegara yang lebih erat di masa depan.[sam]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Berita Terkait