FTIK INSIGHT – Malang – 27 Agustus 2026 — Setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah. Bagi mahasiswa baru Tadris Matematika FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, langkah tersebut bukan hanya tentang mengenal dunia perkuliahan, tetapi juga tentang menemukan siapa dirinya, mengenali potensi, dan mulai menentukan arah masa depan. Pesan tersebut mengemuka dalam sesi Analisis Diri yang menjadi bagian penutup rangkaian Alpha Meet & Greet 2026. Sesi ini menghadirkan Arif Rohman Rosadi, S.Pd., alumni Program Studi Tadris Matematika angkatan 2020 yang kini berkiprah sebagai guru di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang.
Kehadiran alumni memberikan warna tersendiri. Mahasiswa baru tidak hanya memperoleh materi secara konseptual, tetapi juga melihat gambaran nyata mengenai perjalanan yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan di Tadris Matematika. Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Arif mengajak mahasiswa baru memahami bahwa keberhasilan di perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik. Setiap mahasiswa memiliki karakter, pengalaman, minat, kemampuan, dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, mengenali diri menjadi langkah penting untuk menentukan strategi belajar sekaligus memilih aktivitas yang mampu mengembangkan potensi. Mahasiswa didorong untuk mulai mengenali kekuatan dan tantangan dalam dirinya. Bukan untuk membandingkan diri dengan orang lain, tetapi untuk memahami bagian mana yang perlu dipertahankan, dikembangkan, dan diperbaiki. Empat tahun masa studi pun perlu dipandang bukan sekadar waktu untuk menyelesaikan mata kuliah. Masa tersebut merupakan kesempatan untuk membentuk kapasitas, karakter, pengalaman, dan identitas profesional.

Bagi mahasiswa Tadris Matematika, proses mengenali diri memiliki hubungan erat dengan arah pengembangan kompetensi yang dibangun Program Studi. Mahasiswa diajak mengajukan pertanyaan sederhana namun penting: Apa kekuatan saya sebagai calon pendidik matematika? Apakah saya tertarik pada dunia penelitian? Apakah saya memiliki kreativitas untuk menciptakan inovasi pendidikan? Kompetensi apa yang harus mulai saya bangun sejak semester pertama? Pertanyaan tersebut menjadi pintu untuk menentukan arah pengembangan diri menuju tiga profil lulusan Tadris Matematika, yakni Pendidik Matematika, Asisten Peneliti, dan Edupreneur. Dengan perspektif tersebut, potensi tidak dibiarkan berhenti sebagai bakat. Potensi perlu dilatih menjadi kompetensi. Kompetensi kemudian dikembangkan menjadi karya, dan karya diarahkan agar mampu memberikan kontribusi serta dampak. Inilah pentingnya mahasiswa memiliki kesadaran sejak awal bahwa setiap aktivitas di kampus dapat menjadi bagian dari proses membangun masa depan.
Kehadiran Arif Rahman Rosadi sebagai alumni memberikan perspektif nyata mengenai perjalanan setelah masa kuliah. Kiprahnya sebagai guru di lingkungan Thursina IIBS Malang menunjukkan bahwa dunia profesional merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui pembelajaran, pengalaman, keberanian mencoba, dan evaluasi diri. Mahasiswa baru pun diajak memahami pentingnya mulai membangun pengalaman sejak dini. Organisasi, kompetisi, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan media pembelajaran, maupun berbagai aktivitas lainnya dapat menjadi ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk portofolio. Tidak ada pengalaman yang benar-benar sia-sia ketika dijalani dengan kesadaran untuk belajar. Setiap tantangan dapat menjadi pelajaran. Setiap kesempatan dapat menjadi pengalaman. Dan setiap pengalaman dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh.

Analisis diri dalam kegiatan ini tidak berhenti pada pemetaan kelebihan dan kekurangan. Proses tersebut ditempatkan dalam kerangka spirit Ulul Albab yang menjadi bagian penting dari identitas pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam perspektif tersebut, potensi yang dimiliki mahasiswa bukan sekadar keunggulan pribadi, tetapi juga amanah. Ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk mencapai keberhasilan individual, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat. Mahasiswa diarahkan membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, kematangan profesional, dan kepedulian sosial.

Sebagai agenda penutup Alpha Meet & Greet 2026, sesi analisis diri menjadi momentum reflektif yang melengkapi rangkaian pengenalan mahasiswa baru. Jika sebelumnya mahasiswa diajak memahami di mana mereka belajar dan ke mana Program Studi mengarahkan perjalanan mereka, maka sesi ini membawa mahasiswa pada pertanyaan yang lebih personal: siapa diri mereka dan ingin menjadi pribadi seperti apa? Dari sinilah tanggung jawab akademik mulai dibangun. Mahasiswa tidak lagi hanya diposisikan sebagai peserta yang mengikuti perkuliahan, tetapi sebagai individu yang memiliki tanggung jawab untuk merancang pertumbuhan dirinya, membangun kompetensi, menghasilkan karya, serta mempersiapkan kontribusi di masa depan.
Sesi Analisis Diri menjadi penutup yang menegaskan bahwa perjalanan mahasiswa Tadris Matematika bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi tentang menemukan potensi dan mengubahnya menjadi kontribusi. Mengenal diri menjadi langkah awal. Menuntut ilmu menjadi proses pertumbuhan. Mengembangkan kompetensi menjadi ikhtiar mempersiapkan masa depan. Sementara karya menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat. Dalam spirit Ulul Albab, Tadris Matematika FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, matang secara profesional, memiliki kedalaman spiritual, dan peduli terhadap sesama.[iz]
Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)





