MIU Login

Kreatif di Tengah Keterbatasan, Tim Tadris Bahasa Inggris FTIK UIN Malang Tembus 10 Besar EDUFEST 2026

FTIK INSIGHT – Malang – Keterbatasan waktu dan padatnya aktivitas akademik tidak menyurutkan semangat mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk berkarya dan berprestasi. Melalui kreativitas dalam menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE), tim mahasiswa yang tergabung dalam tim Sye Sye Yuin berhasil menjadi Finalis 10 Besar EDUFEST 2026 (12 Juli 2026). Tim tersebut terdiri atas Lady Inner Beauty, Nasywa Agesta Putri, Nur Ainiyatun Nabilah, Tya Oliviya Suparman, dan Nadiyatul Khusnah, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris . Prestasi ini diraih dalam ajang EDUFEST (Alat Permainan Edukatif) yang menantang peserta untuk menghasilkan sebuah permainan edukatif sekaligus mampu menyajikan dan mendemonstrasikan penggunaannya secara kreatif. Dalam rangka mengikuti EDUFEST 2026, para peserta ditantang untuk membuat Alat Permainan Edukatif (APE) yang kemudian didemonstrasikan melalui video secara online. Tidak hanya mengandalkan fungsi edukatif, peserta juga dituntut mampu mengemas permainan dan penyajiannya secara menarik, kreatif, serta mudah dipahami.

Tim mahasiswa Tadris Bahasa Inggris tersebut kemudian melalui proses pembuatan APE hingga tahap demonstrasi permainan. Hasil karya selanjutnya dipresentasikan dalam bentuk video dan mengikuti proses penilaian hingga akhirnya berhasil masuk dalam jajaran 10 besar finalis. Tahap final EDUFEST dilaksanakan pada 12 Juli 2026, menjadi momentum bagi tim untuk menunjukkan hasil kreativitas dan kerja keras yang telah dipersiapkan dalam waktu relatif singkat.

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses yang tidak mudah. Pembuatan APE menjadi pengalaman yang cukup challenging bagi kelima mahasiswa. Dalam waktu kurang lebih satu minggu, mereka harus membagi fokus di tengah padatnya berbagai aktivitas. Kesibukan tersebut semakin terasa karena pada waktu yang bersamaan mahasiswa tengah menghadapi berbagai agenda, mulai dari kegiatan ma’had, persiapan Muwaddaah, Ujian Akhir Semester perkuliahan reguler, PKPBA, Ta’lim, hingga pembelajaran bahasa.

Keterbatasan transportasi juga menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Namun, kondisi tersebut justru mendorong tim untuk mencari cara agar proses pembuatan karya tetap dapat berjalan sesuai target. “Pembuatan APE ini merupakan hal yang sangat challenging bagi kami,” ungkap tim, mengingat proses persiapannya harus dilakukan di tengah kepadatan kegiatan akademik dan ma’had serta keterbatasan waktu dan transportasi.

Dengan komunikasi dan kerja sama antaranggotanya, tim mampu menyelesaikan karya dalam waktu yang tersedia. Setiap anggota mengambil peran dalam proses persiapan, pembuatan, hingga penyajian permainan edukatif tersebut.

Keberhasilan menjadi finalis 10 besar EDUFEST 2026 menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kondisi yang serba ideal. Justru, keterbatasan waktu dan berbagai kesibukan dapat menjadi ruang untuk melatih manajemen waktu, kerja sama, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Bagi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris , pengalaman ini juga menjadi bentuk penerapan kompetensi yang relevan dengan dunia pendidikan. Kemampuan menciptakan media atau permainan edukatif dapat menjadi bekal penting bagi calon pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan berorientasi pada peserta didik. Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki potensi untuk terus berkembang melalui berbagai ajang kompetisi dan kreativitas, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Menjadi Finalis 10 Besar EDUFEST 2026 bukan sekadar pencapaian kompetitif, tetapi juga bukti bahwa kreativitas mampu tumbuh bahkan di tengah keterbatasan. Tim Sye Sye Yuin dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris berhasil mengubah waktu yang singkat, aktivitas yang padat, serta berbagai keterbatasan menjadi kesempatan untuk menghasilkan karya edukatif yang mampu bersaing di tingkat kompetisi. Perjalanan mereka mengajarkan bahwa prestasi membutuhkan keberanian untuk mencoba, kreativitas untuk menciptakan, dan kekompakan untuk menyelesaikan tantangan. Dari sebuah Alat Permainan Edukatif, lahir sebuah pengalaman berharga yang menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan.[iz]

Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Berita Terkait