FTIK INSIGHT – Malang – Rangkaian International Students Summit (ISS) 2026 memasuki hari kedua dengan pengalaman pembelajaran yang berbeda. Jika sebelumnya peserta banyak berinteraksi melalui ruang diskusi, kali ini International Office and Student Affairs (IOSA) bersama Himpunan Mahasiswa International Class Program (ICP) mengajak mahasiswa internasional dan mahasiswa FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang keluar dari ruang akademik untuk belajar langsung melalui alam dan budaya. Mengusung tema “Exploring Nature through Culture”, sebanyak 60 peserta bertolak menuju Pantai Balekambang, Malang Selatan, pada Sabtu (3/10/2026) pukul 07.20 WIB. Kegiatan ini didampingi Sekretaris dan dosen International Office and Students Affairs (IOSA), Ima Mutholliatil Badriyah, M.Pd. dan Dr. Alam Aji Putera, M.Pd.
Peserta terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta mahasiswa internasional yang berasal dari beragam negara, antara lain India, Pakistan, Gambia, Thailand, Sudan, Comoros, Afghanistan, Mozambique, Cambodia, Tajikistan, Myanmar, Yemen, Timor-Leste, dan Madagascar. Menariknya, para mahasiswa internasional tersebut saat ini menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Malang, yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Malang (UNISMA), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Perjalanan menuju Pantai Balekambang menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran lintas budaya yang dirancang dalam ISS 2026. Setibanya di lokasi, peserta disambut panorama pesisir dengan deburan ombak dan hembusan angin laut yang sejuk. Suasana tersebut sekaligus menjadi ruang terbuka bagi peserta untuk memahami keterkaitan antara alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal. Alam tidak hanya hadir sebagai latar perjalanan, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mempertemukan peserta dengan karakter geografis dan kekayaan budaya Malang.

Kegiatan kemudian dibuka oleh Dr. Muhammad Yunus, M.Si. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan karakter geografis Malang kepada para peserta internasional. Malang Raya diperkenalkan melalui beragam wajahnya, Malang Kota sebagai kota pendidikan, Malang Selatan sebagai kawasan wisata yang kaya akan pantai, serta Batu sebagai kota wisata dengan lanskap pegunungan. Pengenalan tersebut memberikan perspektif bahwa Malang bukan hanya tempat berlangsungnya aktivitas pendidikan, tetapi juga memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa dari berbagai negara.

Eksplorasi kemudian berlanjut melalui pemaparan Dr. Alam Aji Putera, M.Pd. mengenai Pantai Balekambang, termasuk keberadaan pura yang menjadi salah satu ikon kawasan tersebut serta kehidupan dan budaya masyarakat yang berkembang di sekitarnya. Melalui sesi ini, peserta diajak melihat destinasi wisata bukan semata-mata sebagai tempat untuk menikmati keindahan alam. Balekambang diperkenalkan sebagai ruang yang memperlihatkan bagaimana alam, tradisi, keberagaman budaya, dan kehidupan masyarakat dapat hadir berdampingan. Perspektif tersebut menjadi penting dalam kegiatan internasional karena peserta berasal dari latar belakang negara dan budaya yang beragam. Pertemuan dengan budaya lokal memberikan kesempatan untuk saling mengenal sekaligus membangun pemahaman bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat global.

Hari kedua ISS 2026 menunjukkan bahwa pendidikan internasional dapat berlangsung jauh melampaui batas ruang kelas. Pertemuan mahasiswa dari berbagai negara dengan alam dan budaya lokal menghadirkan bentuk pembelajaran yang lebih kontekstual, humanis, dan bermakna. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengenal Pantai Balekambang, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai karakter geografis Malang, kehidupan masyarakat, keberagaman budaya, serta seni tradisional yang menjadi bagian dari identitas daerah. Bagi FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat internasionalisasi pendidikan. Kehadiran mahasiswa dari berbagai penjuru dunia menjadi kesempatan untuk membangun jejaring, bertukar perspektif, dan menciptakan pengalaman akademik yang melampaui sekat negara.
Rangkaian hari kedua ISS 2026 menjadi pengingat bahwa budaya adalah bahasa universal yang mampu mempertemukan manusia dari berbagai latar belakang. Pantai Balekambang menjadi ruang perjumpaan, sementara seni dan budaya Malang menjadi jembatan yang menghubungkan para peserta. Dari deburan ombak Balekambang hingga warna-warni Topeng Malangan, mahasiswa internasional dan mahasiswa FTIK UIN Malang mendapatkan pengalaman bahwa pembelajaran dapat ditemukan di mana saja termasuk di tengah alam dan kehidupan masyarakat.[iz]
Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)





