FTIK INSIGHT – Malang – Di balik megahnya sebuah konferensi internasional, selalu ada cerita tentang kerja keras, ketekunan, dinamika, bahkan kelelahan yang tidak seluruhnya terlihat di hadapan publik. Ada tangan-tangan yang bekerja dalam senyap, ada koordinasi yang berlangsung hingga detail terkecil, dan ada tanggung jawab besar yang dipikul bersama demi satu tujuan. Kisah itulah yang kembali menemukan ruang dalam Rapat Evaluasi International Conference on Islamic Education (ICIED) 2026, Jumat, 18 September 2026. Bertempat di Meeting Room Gedung Megawati Lantai 1, rapat yang dimulai pukul 12.30 WIB hingga selesai tersebut menjadi momentum reflektif bagi jajaran panitia setelah menuntaskan penyelenggaraan ICIED ke-11 yang digelar oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Namun, evaluasi kali ini bukan sekadar membicarakan apa yang telah dilakukan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk mengenang proses, mengapresiasi perjuangan, serta merumuskan harapan agar pengalaman ICIED 2026 dapat menjelma menjadi pijakan yang lebih kokoh bagi masa depan konferensi internasional FTIK.

Suasana reflektif terasa ketika Ketua Panitia ICIED 2026, Harir Mubarok, M.Pd., menyampaikan ungkapan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh jajaran panitia. Di tengah keberhasilan sebuah agenda internasional, Harir justru memilih menempatkan dirinya dalam suasana penuh kerendahan hati. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan perhatian untuk memastikan seluruh rangkaian ICIED 2026 dapat berjalan. Ungkapan tersebut menjadi bagian penting dari evaluasi karena keberhasilan ICIED bukanlah hasil kerja satu orang. Hal ini merupakan buah dari kerja kolektif berbagai bagian yang saling melengkapi.
“Tidak ada konferensi besar yang lahir dari kerja seorang diri,” ungkapnya.
Pesan tersebut terasa kuat dalam refleksi kepanitiaan ICIED 2026. Di balik panggung utama, terdapat tim yang bekerja dengan tanggung jawab masing-masing, menyelesaikan persoalan yang muncul, serta memastikan setiap bagian tetap bergerak menuju tujuan yang sama.
Harir juga menyoroti satu catatan penting dalam perjalanan ICIED tahun ini. ICIED 2026 menjadi edisi ke-11 sekaligus menjadi penyelenggaraan pertama yang menerapkan sistem registrasi berbayar. Perubahan tersebut tentu menghadirkan dinamika tersendiri dalam tata kelola kegiatan. Sistem baru menuntut penyesuaian mekanisme, koordinasi yang lebih intensif, serta pengelolaan administrasi yang lebih terstruktur. Berbagai tantangan pun hadir dalam perjalanan pelaksanaannya. Namun, dinamika tersebut dapat dihadapi melalui pembagian kerja yang lebih fungsional dan responsif. Salah satu langkah yang menjadi bagian dari penguatan tata kelola adalah hadirnya bagian khusus yang menangani urusan pembayaran. Pembentukan fungsi tersebut menjadi contoh bagaimana persoalan yang muncul dalam sebuah kegiatan dapat dijawab melalui struktur kerja yang jelas dan pembagian tanggung jawab yang terukur. Pada akhirnya, berbagai dinamika tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Pengalaman ini sekaligus menjadi pembelajaran berharga bagi penyelenggaraan ICIED berikutnya.
Bagi Harir, berakhirnya konferensi bukan berarti berakhir pula perjalanan karya ilmiah yang telah dihasilkan. Justru setelah panggung konferensi ditutup, terdapat pekerjaan akademik lain yang tidak kalah penting, memastikan gagasan dan hasil penelitian yang telah dipresentasikan dapat terus hidup melalui publikasi ilmiah. Karena itu, Harir menyampaikan harapan agar luaran karya tulis ilmiah ICIED 2026 dapat memperoleh ruang publikasi yang lebih luas. Pengawalan melalui bagian khusus yang menangani Open Journal System (OJS) diharapkan mampu memperkuat pengelolaan publikasi sekaligus membuka peluang peningkatan indeksasi. Harapan jangka panjang yang disampaikan adalah agar publikasi hasil ICIED dapat terus berkembang hingga memiliki peluang menembus reputasi jurnal yang terindeks Scopus. Langkah tersebut menunjukkan bahwa konferensi internasional tidak seharusnya berhenti pada kegiatan presentasi dan pertukaran gagasan. Lebih jauh, konferensi harus mampu menghasilkan jejak akademik yang dapat dibaca, dirujuk, dikembangkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat keilmuan yang lebih luas.

Rapat evaluasi ICIED 2026 pada akhirnya menghadirkan makna yang lebih luas daripada sekadar menginventarisasi pelaksanaan kegiatan. Evaluasi menjadi ruang untuk mengubah pengalaman menjadi pembelajaran. Tantangan menjadi bahan perbaikan. Keberhasilan menjadi fondasi. Sementara kebersamaan menjadi energi untuk kembali melangkah. Bagi FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, perjalanan ICIED ke-11 menjadi bagian dari proses membangun tradisi akademik yang semakin matang. Setiap penyelenggaraan menghadirkan pengalaman baru, dan setiap pengalaman memberikan kesempatan untuk menghadirkan tata kelola serta inovasi yang lebih baik. Harapan terhadap penguatan publikasi melalui OJS juga memperlihatkan arah pengembangan ICIED yang tidak hanya berorientasi pada suksesnya acara, tetapi juga pada keberlanjutan dampak akademiknya. Dengan demikian, konferensi tidak berhenti ketika peserta meninggalkan ruang pertemuan. Ia berlanjut melalui artikel, penelitian, jejaring akademik, kolaborasi, dan pengetahuan baru yang terus bergerak dari satu ruang ke ruang lainnya.
ICIED 2026 telah menuntaskan satu babak perjalanan. Namun, refleksi yang disampaikan Harir Mubarok, M.Pd. dalam rapat evaluasi menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah konferensi internasional tidak hanya diukur dari bagaimana acara diselenggarakan, tetapi juga dari apa yang diwariskannya setelah acara berakhir. Dari kerja keras lahir pengalaman. Dari pengalaman lahir evaluasi. Dari evaluasi lahir pembenahan. Dan dari pembenahan, terbuka jalan menuju pencapaian akademik yang lebih luas. ICIED ke-11 telah selesai sebagai sebuah perhelatan, tetapi belum selesai sebagai sebuah gerakan keilmuan. Gagasan yang telah dipresentasikan masih memiliki perjalanan panjang untuk dikembangkan menjadi karya ilmiah, publikasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.[iz]
Email : fitk@uin-malang.ac.id
Website: ftik.uin-malang.ac.id
Instagram : ftikuinmlg
Tiktok : ftik.uinmalang
Youtube : fitkuinmlg
Layanan :
– WA : 0816561337 (15. Layanan FITK)
– Link mobile : dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)





